close

Ads

“Banteng” di Pilgub Jambi: Antara Menanduk atau Ditanduk?



“Banteng” di Pilgub Jambi: Antara Menanduk atau Ditanduk?

Opini : Alpadli Monas *

Sejak membuka pendaftaran kandidat Pilkada serentak 2020 di bulan September 2019 lalu, rekomendasi dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) paling dinanti hingga saat ini.

Kandidat yang mendaftar sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jambi di partai berlambang Banteng ini lumayan banyak. Mulai dari Gubernur Jambi Fachrori Umar, Bupati Merangin Al Haris, Bupati Sarolangun Cek Endra , Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Safrial MS, Ramli Thaha dan Wali Kota Jambi Fasha.

Baca Juga : Resmi Berhenti Jabat Sekda, Bakhtiar Siap "Tempur" di Pilbup Batanghari

Sejak tahapan pendaftaran di bulan September 2019 hingga awal tahun 2020, para kandidat berharap segera mendapat dukungan dari partai yang meraup 9 kursi di DPRD Provinsi Jambi pada Pemilu 2019 lalu ini.

Namun faktanya, DPP PDI P baru mengumumkan dukungan kepada kandidat pada Februari 2020, persis beberapa saat setelah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) merebak di Indonesia. Sayangnya, pada pengumuman dukungan tahap 1 ini, PDI P belum memasukkan Pilkada Jambi.

Lagi-lagi para kandidat di Jambi yang mendaftar harus menahan diri.

Baca Juga : Terungkap! Misteri Potongan Tangan dan Kaki di Bangko

Dalam masa penantian, dua pasangan yang santer mengklaim dapat dukungan PDI P ialah Cek Endra-Ratu Munawaroh dan Fachrori Umar-Safrial MS. Dua-duanya mengaku punya peluang kuat didukung PDI P.

Cek Endra yang juga Ketua DPD I Golkar Jambi ini, mengklaim bahwa PDI P akan memberi dukungan karena Ratu adalah kader PDI P di Jawa Barat (daerah kelahiran Ratu Munawaroh).

Di sisi lain, Safrial MS juga yakin PDI P akan mendukungnya karena ia adalah kader aktif yang telah memenangkan partai ini di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) 2019 lalu. Malah, Safrial mengklaim sebagai kader partai senior, ia telah berhasil memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Tanjabbar pada Pilpres lalu.

Bermodal argumen-argumen ini, kedua pasang kandidat ini yakin bahwa PDI P akan mengarahkan dukungan kepada mereka.

Nyatanya?

Setelah penantian panjang sejak Februari 2020, barulah pada 19 Juli 2020, PDI P kembali mengumumkan dukungan kepada kandidat yang ikut Pilkada serentak 2020. Lagi-lagi Jambi tidak masuk dalam pengumuman tahap 2 ini. Dan lagi-lagi, baik CE-Ratu maupun FU-Safrial harus “mengurut dada” karena lagi-lagi harus menunggu pengumuman di tahap 3.

Pasca 19 Juli, saling klaim dan tarik ulur dukungan PDI P kian menghangat. Ini membuat posisi Edi Purwanto sebagai Ketua DPD PDI P Jambi kian terjepit. Apalagi sudah jadi rahasia umum di kalangan politisi Jambi, Edi lebih condong mendukung Ratu yang maju sebagai wakil Cek Endra, di sisi lain Edi juga harus mempertimbangkan kader murni dari Jambi yakni Safrial yang maju sebagai wakil Fachrori Umar.

Baca Juga : Bidang Agama, Al Haris Luncurkan Program Revitalisasi Ponpes

Meski kandidatnya yang maju hanya sebatas wakil, tampaknya PDI P kian sulit mengambil keputusan. Buktinya, hari ini Kamis 30 Juli 2020, informasi yang beredar menyebut bahwa PDI P akan mengeluarkan dukungan ke kandidat Pilgub Jambi, ternyata hanya sebatas isu.

Ditunggu-tunggu hingga sore, surat rekomendasi PDI P untuk cagub-cawagub di Pilgub Jambi belum juga ada kejelasan. Informasi didapat, DPP PDI P malah belum membahas Pilkada Jambi, apa ini juga sebatas isu? Entahlah.

Terlepas dari informasi simpang siur itu, kita kembali mencermati manuver Edi Sang “Rodeo (penunggang)” Banteng Jambi.

Dengan memastikan Ratu Munawaroh adalah kader PDI P, langkah Edi mengarahkan PDI P ke Ratu makin jelas. Jadi, sudah benarkah langkah Edi ini?

Sementara, informasi didapat, sebagian kader PDI P sudah menyiapkan langkah lanjutan jika nanti Edi malah dinilai “berkhianat” mendukung kandidat yang bukan kader murni yang membesarkan PDI P di Jambi.

Karena itu, meski sudah dengan pertimbangan matang, Edi tetap harus berhati-hati membuat keputusan. Nanti berharap banteng menanduk, eh, malah ditanduk. Kan repot…

Bagaimanapun, politik itu cair dan dinamis. Semua masih mungkin sebelum DPP mengeluarkan surat rekomendasi dukungan.

Ayo berpolitik cerdas dan tidak baper. Supaya pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti, bisa terlaksana dengan aman, damai dan lancar. (*)

* Penulis adalah seorang penulis bertampang kurang manis

Sumber : Jambiseru.com