close

Ads

Sinopsis Lengkap Film Bangkok Traffic Love Story

Sinopsis Lengkap Film Bangkok Traffic Love Story

Jambiflash.com -- Film Bangkok Traffic (Love) Story yang rilis di Thailand pada 2009 lalu mungkin lebih mirip dengan film televisi di Indonesia yang biasa tayang pagi hari menemani para ibu memasak di rumah.

Film ini terbilang receh, agak norak, dan memiliki plot kisah yang sederhana dengan alur yang dibuat ala cerita cinta sinetron atau telenovela.

Meski begitu, film ini untuk sesaat mampu membuat saya terhibur bahkan tertawa, melepas penat dan bosan akibat pembatasan sosial juga tumpukan pekerjaan.

Bangkok Traffic (Love) Story mengisahkan kegundahan Mei Li (Cris Horwang) yang menyukai seorang pria idamannya, Loong (Theeradej Wongpuapan), secara diam-diam.

Kisah bermula dari Mei Li yang mengalami kesepian setelah seluruh sahabatnya menikah dan meninggalkan dirinya tetap melajang tanpa kekasih di usia 30 tahun. Kehidupannya kini hanyalah bekerja di Bangkok yang padat dan macet.

Baca Juga : Nonton Film Indonesia Seperti Hujan Jatuh ke Bumi di Situs Ini

Hingga suatu kali, ia mengalami kecelakaan dan bertemu dengan Loong. Sejak saat itu, pertemuan demi pertemuan tanpa sengaja mendekatkan mereka sampai Mei Li menyadari ia menyukai pria itu, meski keduanya terpisahkan kehidupan masing-masing.

Inti kisah film ini begitu klise, tentang perempuan yang jatuh cinta diam-diam kepada seorang pria tampan tapi merasa 'kalah saing' serta tak yakin cintanya berbalas.

Hal itu kemudian membuat Mei Li berjuang mendapatkan Loong, atau ia terpaksa menuruti keinginan keluarganya untuk dijodohkan, karena usia yang sudah 30 tahun.

Meski klise dan bak sinetron, cerita film ini sebenarnya menggambarkan kegundahan sebagian (atau banyak) orang Asia, berkarier di kota besar, lajang, dan berusia 30 tahun.

Alamat pertanyaan kapan menikah sudah pasti rajin keluar dari mulut anggota keluarga, atau tetangga, bila Anda hidup di lingkungan yang kepo.

Kondisi menyebalkan itu terasa semakin sesak ketika teman-teman atau sahabat sebaya sudah melangkah menuju babak kehidupan baru dengan menikah.

"Mereka sudah punya pasangan, kenapa jodoh saya tak kunjung datang?" . Pertanyaan ini yang kemudian sering muncul, termasuk pada karakter Mei Li yang digambarkan dengan cukup bak oleh Cris Horwang.

Maka wajar adanya, ketika kegundahan dan rasa insecure akan situasi itu kadang menimbulkan pertanyaan "apakah dia jodoh saya?" kala bertemu sosok yang dianggap memenuhi kriteria. Hal itulah yang digambarkan dari hubungan Mei Li dan Loong.

Di sisi lain, usia 30 tahun bagi kebanyakan orang Asia bukan hanya memberikan tekanan untuk segera berjodoh, tetapi juga dipusingkan dengan tuntutan pekerjaan yang membuat lelah, sekaligus keinginan membahagiakan keluarga.

Ibarat kata, jika usia 25 adalah fase menemukan jati diri, lalu usia 27 adalah kesempatan memahami tujuan dan makna hidup, maka usia 30 adalah momentum untuk memilih atas banyak pilihan yang muncul. Itulah yang tampaknya ingin digambarkan dalam Bangkok Traffic (Love) Story.

Beban dilema itu bukan hanya digambarkan oleh Mei Li. Namun penulis Nawapol Thamrongrattanarit, Benjamaporn Srabua, dan sutradara Adisorn Tresirikasem juga menaruh itu kepada Loong. Saya cukup lega melihat 'kesetaraan' ini.

Baca Juga : Sinopsis Film Let Me In 2020

Kehidupan perkotaan yang menjadi latar dalam film ini sedikit banyak dibuat sebagai pembenaran sekaligus paradoks, di kawasan yang begitu ramai dan padat penduduk, seseorang bisa merasa amat kesepian.

Namun sayangnya, film ini masih kurang mengeksekusi segala ide tersirat tersebut menjadi sebuah cerita yang menggigit dan mampu membuat penonton menyelam ke dalamnya. Cerita cinta Mei Li dan Loong pun dibuat mengalir begitu saja.

Terlepas dari cerita yang kurang menggigit, Bangkok Traffic (Love) Story masih tertolong berkat aksi Cris Horwang yang kocak dan pesona Theeradej Wongpuapan yang karismatik.

Atas kinerja mereka, maka berbagai penghargaan yang diberikan untuk aktris dan aktor itu pun wajar adanya. Keduanya, berkat akting di film ini, banyak menyabet penghargaan skala nasional di Thailand.

Kemampuan film ini menghibur saya yang penat memang telah dibuktikan dulu ketika dirilis. Film ini sukses secara komersil dengan mendulang box office 57 juta baht di akhir pekan pembuka dan 140 juta baht hanya dalam empat pekan tayang.

Pada akhirnya, Bangkok Traffic (Love) Story yang kini bisa dinikmati di Netflix ini layak sebagai rekomendasi hiburan dan pelipur lara diri yang hampa karena masih mencari pasangan jiwa, di usia 30-an.(red)

Sumber : Cnnindonesia.com