Senin, 16 November 2020

China Temukan Jejak Corona pada Daging Beku Impor



Jambiflash.com -- Otoritas Kota Wuhan, China mengungkapkan bahwa mereka mendeteksi adanya jejak virus Corona COVID-19 pada kemasan daging sapi asal Brasil.

Keberadaan virus Corona terdeteksi saat Wuhan meningkatkan pengujiannya terhadap makanan beku sebagai bagian dari kampanye nasional.

Baca Juga : Viral! Mahasiswa IAIN Naik Traktor Sawah Saat Wisuda Drive Thru

Pengujian dan desinfeksi impor makanan telah ditingkatkan dalam pekan ini, setelah otoritas kesehatan menemukan beberapa pekerja pelabuhan terinfeksi virus COVID-19.

Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengatakan mereka menemukan tiga sampel positif pada kemasan luar daging sapi beku tanpa tulang dari Brasil.

Dikutip dari laman Russian Today, daging sapi tersebut tiba di pelabuhan Qingdao pada 7 Agustus dan mencapai Wuhan pada 17 Agustus lalu.


Dalam kurun waktu itu hingga saat ini daging-daging tersebut berada di fasilitas penyimpanan dingin.

Baca Juga : Biodata Nathalie Holscher, Mantan DJ yang Kini Istri Komedian Sule


Pihak berwenang Wuhan telah mengambil 200 sampel lingkungan, dan lebih dari 100 anggota staf di fasilitas Wuhan menjalani tes.

China merupakan pembeli daging sapi terbesar di dunia dengan Brasil dan Argentina sebagai pemasok utama.

Pada awal pekan ini, pihak berwenang China mengatakan telah menemukan virus Corona pada kemasan daging sapi Argentina. Kasus serupa juga ditemukan di Provinsi Shandong.

China telah menguji makanan impor tersebut sejak akhir Juni lalu. Pada pertengahan Agustus, pihak berwenang mengklaim telah mendeteksi COVID-19 dalam sayap ayam, yang juga diimpor dari Brasil. Mereka mengatakan virus itu ada dalam sampel yang dikumpulkan di Shenzhen.

Baca Juga : Bagaimana Cara Aman Simpan Uang Miliaran ?

Dua bulan setelah "residu COVID-19" ditemukan di sayap ayam. Pejabat China mengatakan bahwa jejak virus corona terdeteksi dalam kemasan daging sapi Brasil di Pelabuhan Dalian.

Virus corona pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China, sekitar Desember 2019. Sejak itu, kasus corona menyebar ke negara lain di dunia.

Sumber : health.detik.com