Senin, 16 November 2020

Ini Tips Membujuk Suami Marah

Jambiflash.com -- Keseimbangan menjadi kunci penting dalam menghindari perselisihan dalam pernikahan. Termasuk saat suami sedang marah. Upayakan Bunda bisa tetap tenang dan tak ikut emosi, ya.

Menjaga emosi penting guna membantu menenangkan suami. Jika Bunda ikut terbawa marah, masalah pun tak bisa dengan cepat diselesaikan.

Baca Juga : Biodata Nathalie Holscher, Mantan DJ yang Kini Istri Komedian Sule

Menurut konsultan Steven Stosny, PhD, respons istri berupa mengatur sikap dan ucapan sangat berpengaruh.

"Ingatlah bahwa emosi suami perlu ditenangkan, bukan justru ditambah hingga memicu masalah baru," ujar Stosny.

Dilansir Psychology Today, penulis buku How to Improve your Marriage without Talking about It and Love Without Hurt itu juga menyebutkan sikap tenang akan membuat suami lebih mudah introspeksi diri.

Berikut 5 tips membujuk suami marah yang bisa coba Bunda lakukan:

1. Tunggu sampai suami tenang

Menjawab marah atau ikut berteriak justru akan memicu emosinya lebih parah lagi. Pahami bahwa akan jauh lebih baik jika menunggu suami tenang terlebih dahulu. Biasanya, dibutuhkan setidaknya 20 menit agar efek adrenalin yang memicu emosi bisa reda.

2. Minta maaf jika diperlukan

Apa sebenarnya yang membuat suami marah? Jika memang berkaitan dengan kesalahan yang Bunda lakukan, jangan ragu untuk segera minta maaf. Dikutip dari Paired Life, tidak ada yang bisa meluluhkan emosi lebih cepat seperti permintaan maaf yang tulus.

Namun, pastikan ucapan maaf dilakukan jika memang ada kesalahan dari Bunda dan tidak diikuti dengan kata 'tetapi'. Misalnya, 'Maaf membuatmu kesal, tapi kamu yang pertama membuatku kesal'.

3. Jangan balas marah

Seperti disebutkan sebelumnya, penting bagi Bunda untuk tetap tenang saat membujuk suami yang marah. Bersikap tenang kemungkinan besar akan membuatnya merenung dan introspeksi diri.

Sebaliknya, jika Bunda ikut marah dan berteriak, ini justru bisa memancing emosi suami menjadi lebih besar. Jadi penting sekali untuk tetap tenang, Bunda.

4. Ketahui kapan harus memberi waktu sendiri pada suami

Saat suami marah, ada kalanya ia butuh waktu sendiri terlebih dahulu. Terutama untuk menenangkan diri. Di waktu inilah masing-masing bisa memikirkan kembali situasinya dan saling mencari solusi.

5. Tetapkan batasan dan cari bantuan jika diperlukan

Jika emosi suami marah semakin tidak terkendali, Bunda tetap perlu tahu batasan untuk memaklumi. Cari bantuan dari pihak lain apabila sudah melewati batas, misalnya suami melakukan kekerasan fisik atau melukai batin. Jangan sampai ini dibiarkan berlarut-larut karena bisa membahayakan pernikahan.

Sumber : Haibunda.com