Baca Review Film Milea: Suara dari Dilan (2020)

Jambiflash.com - Film Milea: Suara dari Dilan yang tayang pada tahun 2020 ini bisa saja menjadi cerita terakhir dari trilogi saga Dilan. Jika sebelumnya, kisah film Dilan ini lebih berfokus pada kisah cinta sepasang muda-mudi SMA yang mulai berpacaran, namun untuk Film Milea: Suara dari Dilan, lebih berfokus pada cerita suara hati Dilan (Iqbaal Ramadhan) yang saat itu sedang berpacaran dengan Milea (Vanesha Prescilla).

Film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq ini akan menggambarkan sosok Dilan yang sudah menginjak dewasa. Di bagian pembukanya, akan terlihat scene dimana Dilan sedang menulis cerita cintanya bersama Milea setelah membaca buku tentang kisah yang diceritakan oleh Milea. 

Kisah akan dimulai dengan memperlihatkan sekilas kehidupan masa kecil Dilan dengan tingkah lakunya yang konyol dan sukses membuat para penonton tertawa. Masuk ke menit 15, Anda akan melihat beberapa scene flashback pada saat Dilan sedang melakukan PDKT dengan Milea hingga pada akhirnya berpacaran. Kisah ini bisa Anda lihat pada film pertamanya yaitu Dilan 1990.

Cuplikan flasback inilah yang bisa membantu Anda yang belum sempat menonton film sebelumnya. Pada film Milea: Suara dari Dilan alur dibuat dengan maju-mundur yang memperlihatkan kejadian di film Dilan 1990. Terutama pada saat Dilan dan Milea sedang dihadapkan dengan permasalahan umum yang biasa terjadi pada orang pacaran. Seperti, rasa cemburu karena ada pria lain yang mencoba mendekati Milea hingga Dilan memutuskan untuk tidak bergabung dengan geng motor karena Milea tidak mengijikannya. 

Karakter yang ada di dalam film ini tidak jauh berbeda dengan film sebelumnya Dilan 1991. Jika melihat dari segi alur ceritanya, sebenarnya sudah cukup baik apalagi dalam penyutradaraannya dibantu dengan Pidi Baiq yang memang mengetahui persis jalan cerita dari film Dilan ini. Setiap scene yang ditampilkan sudah cukup menggambarkan apa yang ada di dalam novelnya. 

Memang ada sedikit kekurangan bila novel diadaptasi menjadi sebuah cerita dalam film. Sebenarnya akan lebih bagus bila dari awal Dilan sudah mendapatkan porsi yang cukup dalam 2 film sebelumnya. Narasinya pun seolah diciptakan dari potret nostalgia yang telah diceritakan dari film sebelumnya. Hanya saja durasi adegannya diperpanjang agar bisa memperlihatkan curahan hati Dilan. 

Dalam film ini juga Anda bisa melihat sebuah gambaran perpisahan keduanya karena berdasarkan emosi dan gengsi belaka. Hingga pada akhirnya Dilan dan Milea mulai merasa menyesal ketika dewasa. Anda bisa merasakan rasa penyesalan mereka dengan gambaran kenangan yang masih tertinggal meski keduanya sudah punya pasangan masing-masing. 

Meskipun Anda akan banyak melihat adegan romansa hubungan antara Dilan dan Milea, tapi ada adegan ayah Dilan yang akan menguras air mata penonton. Sayangnya nuansa ini sepertinya kurang terbangun dengan natural. 

Jadi intinya, film Milea: Suara dari Dilan ini menjadi gambaran dari sosok Dilan dan Milea yang sudah beranjak dewasa. Lemahnya dari film ini adalah sutradara hanya menampilkan perubahan fisik yang tampak dari luar saja namun dari segi emosi dan karakter masih kurang digali secara mendalam. Sangat disayangkan tidak ada perkembangan yang signifikan antara karakter Dilan dan Milea dalam film ini selain menampilkan remaja yang diubah penampilannya menjadi dewasa. Meskipun begitu, film yang sudah tayang sejak 13 februari 2020 di bioskop ini bisa menjadi obat penawar rindu bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan kisah Dilan dan Milea.(**)