Review Film Panga, Kembalinya Atlet Kabbadi ke Lapangan

 

Jambiflash.com - Film Panga yang merupakan karya dari sutradara Ashwiny iyer Tiwari ini bisa menjadi pilihan Anda yang butuh referensi film Bollywood dengan tema olahraga. Ya, film ini akan berkisah tentang seorang Wanita yang kembali menjadi atlet kabbadi setelah harus berhenti karena menjadi ibu. 

Bagi yang belum tahu apa itu kabbadi, jadi kabaddi merupakan sebuah olahraga yang berasal dari Tamil Nadu, India. Jika dilihat-lihat, olahraga ini memang mirip seperti gobak sodor atau bentengan yang merupakan olahraga asli Indonesia.

Film Panga akan bercerita tentang seorang wanita yang sibuk bekerja bernama Jaya (Kangana Ranaut). Ia memiliki seorang anak laki-laki yang sering sakit-sakitan. Di keseharian mereka, Jaya pergi untuk kerja sedangkan sang suami Prashant (Jassi Gill) justru melakukan pekerjaan layaknya seorang istri yaitu bersih-bersih rumah hingga mengantar anaknya sekolah. Mereka ini digambarkan sebagai pasangan suami istri yang saling bertukar peran.

Sampai pada suatu saat, Jaya merasa bahwa rutinitas yang dilakukannya tidak membuatnya bahagia. Ia lalu memutuskan untuk mencari titik kebahagiaannya sendiri dengan mengulang kembali masa kejayaan saat masih muda sebagai kapten kabbadi. Jadi, sebelumnya Jaya memang seorang atlet kabbadi yang memutuskan untuk berhenti dari olahraga tersebut karena harus pindah ke Bhopal bersama keluarganya. 

Kisah perjuangan seorang ibu yang hendak mencari jati dirinya kembali inilah yang akan menjadi inti cerita dari film Panga ini. Dalam film ini Anda akan melihat kebiasaan aneh Jaya saat tidur. Rasa obsesi dirinya terhadap olahraga kabbadi ternyata hingga ke alam bawah sadar. Sehingga ketika tidur pun Jaya akan melakukan gerakan kabaddi seperti tendangan. Imbasnya tentu suaminya yang tidur di samping Jaya. 

Jaya tidak lagi menjadi atlet Kabaddi setelah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Adi (Yagya Bhasin). Penonton akan banyak melihat adegan manis dari keluarga kecil Jaya ini. Mereka digambarkan sebagai keluarga yang penuh kehangatan, kompak dan saling mendukung. 

Di tengah film ini akan ada masa flashback yang memperlihatkan masa muda Jaya saat masih jadi pemain Kabaddi terbaik. Ia juga diceritakan jatuh cinta dengan Prashant. Kisah romantis keduanya pun diiringi dengan lagu Dil ne Kaha. 

Sayangnya, setelah menikah dan hamil, Jaya tidak bisa lagi lanjut menjadi pemain Kabaddi hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dan menjadi wanita karier. Adi merasa bahwa dirinya adalah penyebab dari kandasnya cita-cita sang ibu bermain Kabaddi. Adi pun berusaha untuk menyemangati ibunya Jaya agar mau kembali menjadi seorang altet Kabaddi.

Kembalinya Jaya sebagai atlet Kabaddi juga mendapat dukungan dari sahabatnya yaitu Meenu (Richa chada). Jaya pun dengan rasa percaya diri kembali ke lapangan untuk bermain Kabaddi meski usianya tidak lagi mudah. Mampukah Jaya berbaur dengan pemain lainnya yang lebih muda darinya? Apakah dia bisa mewujudkan obsesinya yang sempat tertunda?

Sebenarnya ending dari film ini mudah untuk ditebak. Tetapi kelebihan dari film ini adalah sang sutradara yang berhasil memberikan sentuhan emosional saat menuju akhir film. Hal ini tentunya didukung dengan akting dari para pemainnya. Film ini patut diberikan apreasiasi karena telah berhasil mengemas cerita sederhana dengan baik dan penuh makna tersirat. 

Meski film ini mendapatkan perhatian dari beberapa kritikus film, sayangnya Panga justru kurang mendapat minat para penonton. Mungkin karena jalan ceritanya yang terlalu sederhana. 

Bagi Anda yang tertarik dengan kisah Panga, langsung saja tonton di layanan streaming kesayangan Anda!(**)