Review Film Kaagaz: Film Biografi Bertabur Komedi

Jambiflash.com - Sebagai salah satu industry perfilman yang aktif di dunia, Bollywood selalu berusaha menghasilkan film-film yang berkualitas. Tidak heran bila karya film Bollywood selalu dinantikan penggemarnya di seluruh dunia. Salah satu film yang dinanti perilisannya adalag Kaagaz yang diproduksi oleh Salman Khan Films. 

Film bioskop ini dibintangi oleh Pankaj Tripathi, Satish Kaushik, dan Monal Gajjar. Film yang tayang tanggal 7 Januari 2021 ini merupakansebuah film dokumenter yang diangkat dari sebuah kisah nyata seorang pria yang hidup di daerah Uttar Pradesh. 

Sinopsis Film Kaagaz

Diawali dengan perjuangan seorang pria bernama Bharat Lal Bihari yang diperankan oleh Pankaj Tripathi. Pria ini tinggal di kawasan Uttar Pradesh dan merupakan pemilih sebuah band. Untuk menjaga kelangsungan band miliknya, Bharat berniat meminjam uang di bank lokal setempat. Namun, belum sempat hal itu terjadi, Bharat ternyata dikhianati oleh anak-anak dan pamannya dimana mereka memalsukan kematian Bharat. Bharat dinyatakan meninggal secara hukum karena pamannya berniat menguasai bagian tanah keluarga milik Bharat. Pria ini harus berjuang keras untuk melawan pemerintah setempat yang berwenang mengeluarkan surat kematian Bharat. Perjuangan Bharat membuktikan bahwa ia masih hidup ini ternyata berlangsung selama 19 tahun lamanya. 

Naratif dalam film bioskop ini menggunakan sudut pandang tunggal yang membuat filmnya terasa membosankan. Bahkan ketika film ini menggunakan dua narrator, yaitu Salman Khan dan Satish Kaushik, tidak membuat naratif dalam film menjadi lebih baik. 

Meskipun begitu, dari film Kaagaz ini kita dibawa kembali pada pemandangan yang familiar di daerah utara India. Uttar Pradesh adalah sebuah kota yang sibuk, berdebu, namun bersandingan dengan perkebunan yang hijau dan kehidupan pedesaan. Ada sisi lokal, humor, dan rasa nostalgia dari film ini. 

Sebuah kesalahan struktur birokrasi dan potret keluarga yang serakah dimana ketika kamu terjerumus kedalamnya akan susah untuk keluar. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan film Kaagaz ini. Meskipun perjuangan Bharat akhirnya sukses, namun filmnya sudah menceritakan segalanya. 

Cerita dalam film ini penuh dengan satir, namun skirpnya terkesan klise dan stereotipikal. Infomasi di dalam film disampaikan dengan cara yang malas dan klise pula melalui percakapan yang panjang dan diskusi dalam layar. Untuk sebuah film yang berdasarkan kisah nyata, skrip film Kaagaz ini tidak seperti yang dibayangkan. 

Film Kaagaz ini mulai kehilangan esensinya untuk menciptakan hubungan emosional dengan pemeran utama karena berawal dari kekurangan dalam gaya bercerita. Mungkin banyak yang masih bertanya-tanya bagian mana yang membuat film ini terasa kurang: pemeran utama dalam film yang berjuang membuktikan bila ia masih hidup atau usaha Tripathi untuk membawakan naratif yang mati agar tetap berjalan. 

Meskipun bagian naratif menjadi kekurangan di film Kaagaz ini, namun keseluruhan cerita ini sebernanya sangat menginspirasi dan digambarkan dengan maksud yang baik. Film Kaagaz ini memiliki banyak simpati. Perjalanan heroik dan idealis untuk melawan sistem sosial dengan kesempatan untuk berkaca dan instropeksi menjadi sisi baik dari film ini. Film Kaagaz ini terasa seperti pelukan yang hangat seperti hari yang panjang dan menyedihkan. Memberikan motivasi positif untuk mereka yang sedang kurang bersemangat. 

Bila kamu menyukai film motivasi positif, film Kaagaz ini sangat cocok untuk ditonton. Terlepas dari kekurangannya, ada banyak motivasi dan inspirasi yang bisa kamu dapatkan dari perjuangan seorang Bharat Lal Bihari.