Review Film Kuyang The Movie: Hantu Legenda yang Diangkat ke Layar Lebar

 


Jambiflash.com - Film horror memang selalu menjadi salah satu genre film yang banyak digemari termasuk di Indonesia. Dengan banyaknya sosok mistis dari berbagai daerah, tidak heran bila banyak sekali film horror di Indonesia. Bila biasanya film horror mengangkat creita hantu yang populer seperti kuntilanak atau pocong, lain halnya dengan film Kuyang ini.

Film Kuyang ini mengambil sosok hantu lokal yang berasal dari Kalimantan dengan nama yang sama,Kuyang. Hantu ini dipercaya sebagai siluman dengan wujud kepala manusia dengan organ tubuh yang menempel tanpa anggota badan lain dan kulit. Kuyang ini biasanya melayang atau terbang untuk mencari darah wanita yang baru melahirkan atau darah bayi. 

Baca berita film lain di jambiflash.com :

Review Film Herophanti 2: Sebuah Film Aksi India

Dari ceritanya saja sudah bisa dibayangkan bila sosok Kuyang ini sama seramnya dengan pocong atau kuntilanak. Tapi apakah film Kuyang ini sama serang dengan reputasi hantunya?

Sinopsis Kuyang the Movie

Film bioskop Indonesia Kuyang the Movie ini menceritakan tentang seorang dokter PNS bernama Adi (Arie Dwi Andika) yang baru saja ditugaskan di desa di pedalaman Kalimantan. Ia datang dengan istrinya, Reni (Zora Vidyanata) yang sedang hamil 7 bulan. Baru saja sampai di rumah dinas, Reni ini sudah dihantui dengan penampakan anak laki-laki. Selain itu, ada insiden yang menyebabkan patung jurong di kamar tiba-tiba pecah. Padahal Adi diberitahu petugas puskesdes bernama Menteng bilapatung jurong tersebut adalah penolak balak dan menyarankan Adi untuk memasang yang baru. Namun Adi menolak karena tidak percaya dengan hal tersebut. 

Waktu berlalu hingga tiba saat Reni hendak melahirkan. Adi pun memanggil, Mayang, seorang dukun beranak untuk membantu persalinan Reni. Namun ternyata hantu kuyang berhasil mencuri bayi dalam kandungan Reni. Perburuan terhadap kuyang kemudian dimulai oleh kepala adat dengan bantuang Menteng yang juga menguak kisah masa lalu dari suami istri tersebut. Lalu, apakah bayi Reni berhasil direbut kembali? 

Fim Kuyang the Movie ini mungkin bukan film pertama yang mengangkat cerita tentang kuyang, namun tetap saja makhluk ini termasuk jarang diangkat ke layar lebar. Meskipun sosok kuyang sendiri termasuk menyeramkan namun sebaliknya film ini tidak memberikan banyak penjelasan tentang kuyang itu sendiri ataupun mitos-mitos tentangnya.  Misalnya tentang patung jurong dan perburuan kuyang untuk merebut bayi yang dicuri. Malahan pembahasan tentang sosok kuyang ini terasa janggal dan tiba-tiba. Film ini seolah-olah berasumsi bila penonton sudah tahu tentang seluk beluk kuyang meski tanpa dijelaskan dalam film. 

Sebenarnya sosok kuyang ini bisa membuat film terasa ngeri dengan penampakan hantunya. Namun alih-alih menggunakan property, film ini malah menggunakan efek CGI untuk menampilkan sosok hantu dan terkesan dipaksakan. Belum lagi banyak momen jumpscare dengan backsound suara yang menggelegar juga termasuk menganggu. Padahal tanpa efek jumpscare dan suara yang berlebihan, hantu kuyang tetap terihat menyeramkan. Belum lagi penggunaan efek suara yang seperti tidak pas dan selain adegan penampakan. 

Film ini sebenarnya mempunyai modal cerita yang kuat bila dieksplore lebih dalam. Misalnya tentang karakter dukun beranak, Mayang, yang sebenarnya bisa jauh lebih menyeramkan daripada kuyang. Namun untuk sebuah film yang mengangkat cerita hantu lokal, alur film Kuyang the Movie ini tetap bisa dinikmati. Kalau kamu suka dengan film bioskop horror, film Kuyang the Movie ini bisa menjadi referensi untuk ditonton saat senggang.(**)