Review Film Tersanjung The Movie, Nostagia Cerita Lama

 


Jambiflash.com - Mendengar kata Tersanjung pasti teringat dengan sinetron yang tayang di akhir tahun 90an hingga awal 2000-an. Sinetron ini sangat booming dan tayang selama tujuh musim dalam tujuh tahun. Kebayang kan bagaimana antusiasme penonton dengan sinetron Tersanjung ini? Berawal dari kesuksesan sinetronnya, Tesanjung ini dibuat versi film yang sudah tayang tahun 2020 dengan judul Tersanjung The Movie. 

Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini merupakan adaptasi lepas dari sinetron Tersanjung dengan mengambil beberapa poin dari sekian banyak episodenya. Kemudian dikompilasi menjadi satu film yang epik. Lalu, apakah cerita Tersanjung The Moview ini semenarik cerita dalam sinetronnya?

Sinopsis Film Tersanjung

Sinopsis Film tersanjung ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Yura yang menjalani proses perjodohan oleh keluarganya untuk alasan ekonomi. Perjodohan Yura ini dimaksudkan untuk menyelamatkan karir bapaknya dan juga ekonomi keluarga secara keseluruhan. Padahal posisi Yura lah yang seharusnya diselamatkan karena perjodohan yang tidak diinginkannya berubah menjadi mimpi buruk. Sahabat cowok Yura yang kemudian datang memberikan bantuan termasuk memberikan bantuan finansial dengan membuka bisnis kuliner bersama. Namun konflik dimulai ketika salah satu teman cowok Yura ini menyatakan cinta, menampakkan jati dirinya, namun kemudian menghilang untuk selamanya. 

Dari segi cerita, plot film Tersanjung ini rasanya tidak jauh berbeda dengan versi sinetronnya. Pemeran utama, yaitu Yura mengalami kejadian yang sama secara berulang, yaitu dia menemukan cinta, kemudian terluka, dan kejadian berulang hingga menjadi happy ending karena durasi. Meskipun sudah berakhir bahagia, namun juga tidak terasa seperti benar-benar akhir namun lebih terasa seperti cliffhanger. Lebih cocok bila akhir filmnya disematkan tulisan bersambung ke season selanjutnya. 

Ide awal film Tersanjung ini sebenarnya bagus, hanya saja kurang eksporasi pada beberapa bagian dan terkesan seperti menggampangkan. Misalnya ketika Yura hampir diperkosa, tidak ada scene yang menjelaskan tentang perasaan traumanya. Atau ketika mengetahui tentang salah satu teman cowoknya yang ternyata seorang sultan dan mencintainya, ternyata ekpresi Yura juga biasa saja. Sebenarnya hal-hal yang seperti ini bisa digali lebih dalam lagi dan menjadi dasar cerita yang bagus. 

Sebagai adaptasi dari sinetron, ada beberapa ciri khas sinetron yang juga ikut serta seperti mertua dan ibu tiri yang jahat sehingga memberikan kesan sinetron yang kuat. 

Dibanding dengan versi sinetron, versi film Tersanjung ini jelas mempunyai kualitas visual yang lebih bagus. Ada banyak scene yang diambil sangat bagus dan terlihat sekali bila sutradara Hanung ini memberikan adegan yang hidup. Karena berkonsep di tahun 90an, film ini juga totalitas dalam menggunakan property dan kostum sehingga benar-benar terasa seperti suasana tahun 90an. Para pemain juga terlihat sangat natural membawakan dialog dalam film dan tidak terdengan kikuk ataupun aneh. 

Film yang dibintangi oleh Clara Bernadeth ini menjadi sebuah fim tapi rasa sinetron. Penggambaran si miskin dan si kaya yang terkesan berlebihan ini seolah-olah menghidupkan kembali esensi sinetron dalam film Tersanjung. Belum lagi konflik yang berkepanjangan dan dialog yang super panjang yang menjadi salah satu ciri khas sinetron Tersanjung juga ada dalam versi filmnya. Cukuplah film ini menjadi pengobat rindu bagi pecinta sinetron Tersanjung yang pernah tayang sebanyak 374 episode. Meskipun bagian akhirnya terasa seperti belum tuntas, namun film ini mempunyai kualitas gambar yang bagus di setiap adegannya.