Misi Amerika Serikat Kembali ke Bulan Setelah 50 Tahun

Gambar bulan dari satelit


Amerika Serikat, JambiFlash.com - Berawal dari Program Apollo, 50 Tahun lalu, merupakan serangkaian misi antariksa yang diluncurkan oleh NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat). Apollo memiliki tujuan untuk mendaratkan manusia di Bulan dan membawa mereka kembali ke Bumi. Misi ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah eksplorasi antariksa dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 2023 ini, Amerika akan kembali mendarat di Bulan melalui misi Peregrine.


Misi Apollo yang Paling Terkenal:

1.Apollo 11 (1969): Misi ini mencapai tujuan utama Apollo dengan mendaratkan manusia di Bulan. Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menjadi manusia pertama yang berjalan di permukaan Bulan, sementara Michael Collins tetap di dalam modul komando di orbit bulan.

2.Apollo 13 (1970): Meskipun tidak berhasil mendarat, misi ini mendapat perhatian dunia karena mengalami insiden serius. Kapsulnya mengalami kerusakan yang signifikan, tetapi dengan upaya kolaboratif antara awak dan personel di Bumi, mereka berhasil kembali dengan selamat.

3.Apollo 17 (1972): Misi terakhir dalam program Apollo. Eugene Cernan, Harrison Schmitt, dan Ronald Evans menjadi awak terakhir yang berjalan di Bulan. Cernan meninggalkan jejak terkenalnya, menjadi manusia terakhir yang meninggalkan permukaan Bulan.


-Komponen Utama:

Saturn V Rocket: Roket pembawa yang membawa modul kru, modul komando, dan modul lunar ke luar angkasa.

Modul Komando (Command Module): Tempat awak bertahan selama perjalanan ke dan dari Bulan.

Modul Lunar (Lunar Module): Kendaraan pendaratan di Bulan yang membawa awak ke permukaan dan kembali ke modul komando.


-Peninggalan dan Pengaruh:

Misi Apollo membawa pulang data ilmiah yang signifikan dan sampel dari Bulan.

Keberhasilan Apollo menunjukkan kemampuan teknologi dan ketahanan manusia di lingkungan luar angkasa.

Program ini menciptakan fondasi untuk eksplorasi antariksa masa depan dan membangkitkan minat global dalam sains dan teknologi.

Pada tahun 1972, NASA mengakhiri program Apollo setelah 17 misi dan berhasil mencapai tujuan utamanya, membuat Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang pernah mengirim manusia ke Bulan.


Setelah 50 tahun berlalu sejak misi Apollo, Amerika Serikat bakal kembali mendarat di Bulan pada 25 Januari 2024. Lander yang dinamakan Peregrine tidak akan memiliki awak dan akan diluncurkan pada tanggal 24 Desember 2023, NASA memprediksi butuh waktu kurang lebih satu bulan sampai Peregrine dapat mendarat di Bulan. Peregrine dikembangkan oleh perusahaan AS Astrobotics. CEO-nya, John Thornton, mengatakan Peregrine akan membawa instrumen untuk mempelajari lingkungan di Bulan.


“Salah satu tantangan besar yang kami upayakan di sini adalah upaya peluncuran dan pendaratan di permukaan Bulan dengan biaya yang lebih murah,” kata Thornton pada konferensi pers di markas perusahaannya di Pittsburgh. “Hanya sekitar setengah dari misi ke permukaan Bulan yang berhasil. Jadi ini tentu saja merupakan tantangan yang menakutkan. Saya akan merasa takut dan senang sekaligus di setiap tahap ini,” lanjutnya.


Lepas landas dijadwalkan pada 24 Desember 2023 dari Florida dengan menaiki penerbangan perdana roket baru dari grup industri ULA, bernama Vulcan Centaur. Pesawat tersebut akan memakan waktu beberapa hari untuk mencapai orbit Bulan, namun harus menunggu hingga 25 Januari 2024 sebelum mencoba mendarat, sehingga kondisi cahaya di lokasi target tepat. Penurunan akan dilakukan secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, namun akan dipantau dari pusat kendali perusahaan.


“Sungguh luar biasa menyadari bahwa kita hanya tinggal sebentar lagi dari pesawat luar angkasa Peregrine yang memulai perjalanannya ke Bulan,” ucap Thornton. “Setelah dedikasi dan kerja keras selama bertahun-tahun, kami hampir mencapai Bulan. Kami mengundang Anda untuk mengikuti saat Peregrine, dengan tujuh negara diwakili di dalamnya, meluncurkan ke Bulan dan melakukan salah satu pendaratan pertama pesawat ruang angkasa Amerika yang berhasil sejak Apollo,” sambungnya.


Selain Astrobotic, NASA telah menandatangani kontrak dengan perusahaan lain, seperti Firefly Aerospace, Draper, dan Intuitive Machines. Yang terakhir, akan lepas landas dengan roket SpaceX pada bulan Januari.

Sumber : www.warstek.com