Gubernur Al Haris Segera Panggil Pengusaha Buntut Sopir Minta Jalan Umum Dibuka

 

Gubernur Jambi, Al Haris

Jambi, JambiFlash - Gubernur Jambi Al Haris akan segera melakukan pemanggilan terhadap para pengusaha-pengusaha batu bara di Jambi setelah adanya penutupan jalan umum untuk lintasan truk. Pemanggilan yang dilakukan Al Haris ini sebagai langkah agar sopir tidak protes lagi dengan kebijakannya itu.

"Saya akan memanggil pengusaha tambang itu untuk mendudukkan mereka dengan angkutannya (sopir) Karena selama ini belum kita lakukan antara pengusaha tambang dengan angkutannya. Artinya, mana perusahaan mereka dan mana hauling terdekat yang mereka lakukan," katanya, Senin (8/1/2024).

Langkah penutupan jalan umum bagi angkutan batu bara itu tentunya sudah menjadi rapat keputusan bersama oleh seluruh forkopimda di Jambi. Penutupan jalan umum buat angkutan batu bara itu pun juga sudah sesuai aturan yang berlaku terkait larangan penggunaan jalan umum bagi angkutan batu bara.

Apalagi, penutupan jalan umum bagi angkutan batu bara tersebut juga langkah dalam menghindari adanya kemacetan jalan selama proses Pemilu 2024 dan terutama banyaknya keluhan pengendara.

Jalan umum ini juga ditutup bagi angkutan batu bara oleh pemerintah karena pengusaha tidak menjalani komitmen mereka dalam penyelesaian jalan khusus batu bara.

Sejauh ini Al Haris menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jambi bermasalah dengan pengusaha batu bara, bukan dengan sopir batu bara. Maka jika sopir protes lihat dulu apa yang sudah dilakukan pemerintah yang telah lama memperbolehkan angkutan batu bara melintasi jalan umum.

"Saya kalau dipikir jahat disebut sopir tidak memikirkan nasib mereka sudah sejak lama saya tutup jalan umum itu, waktu dalam rapat bersama komisi V di DPR RI, saya diminta untuk segera tutup, tetapi saya tidak mau karena memikirkan para sopir yang bekerja, maka saya kasih waktu pengusaha membuat jalan khusus. Tetapi ini sudah hampir 3 tahun jalan khusus itu belum juga selesai," ujarnya.

Al Haris menyebutkan tidak ada jalan lain selain agar pengusaha menyiapkan jalan khusus tersebut, dengan adanya jalan khusus ini arus lalu lintas menjadi lancar. Bahkan jalan umum tidak lagi macet berkepanjangan serta kondisi pemilu dapat berjalan kondusif karena tak terganggu kemacetan jalan.

"Di sini saya tidak akan mungkin menelantarkan para sopir sebagai anak Jambi," ungkapnya.

Sebagai orang nomor satu di Jambi, Al Haris juga menjelaskan bahwa ada 3 perusahaan telah bersepakat dengan perjanjian di atas materai bahwa akan menyelesaikan jalan khusus pada akhir Desember 2023. Akan tetapi ketiga perusahaan ini belum satupun yang menyelesaikan satupun jalan khusus.

"Minimal ada satu perusahaan yang selesai jalan khusus itu, minimal dari Mandiangin menuju Tenam. Ternyata saya melihat ada perusahaan yang tidak komitmen dalam penyelesaian lahan yang sisa 1,2 km lagi," katanya.

Lebih lanjut Al Haris menuturkan bahwa saat ini angkutan batu bara banyak diarahkan ke jalur sungai. Hal ini selain kondisi debit sungai yang memungkinkan dilalui kapal tongkang, jalur sungai jadi salah satu alternatif agar batu bara masih bisa beroperasi.

"Nah buat sopir masih bisa bekerja, itu kan jika ada jalan khusus dari tambang ke pelabuhan lalu ke penampungan artinya sampai di situ kan sopir masih bisa dimanfaatkan. Tetapi Intinya kita minta petunjuk lagi jika mereka bisa menggunakan jalan nasional asal tidak mengganggu kemacetan dengan seizin balai jalan maka kita pikirkan lagi," katanya.


sumber : detikcom