Berkendara Sambil Merokok Bisa Terkena Tindak Pidana

source : google

JambiFlash - Melihat seseorang yang mengendarai motor atau mobil namun sambil merokok mungkin lazim di Indonesia. Padahal aktivitas itu sangat membahayakan.


Selain menganggu konsentrasi berkendara, rokok yang dihisap juga akan cepat habis karena tertiup angin. Sementara abu rokok yang dibuang sambil kendaraan melaju bisa menyebabkan orang lain terkena debu rokok dan menyebabkan sulit melihat.


Tahukah Anda, merokok sambil berkendara dinilai dapat mengurangi konsentrasi berkendara. Sehingga, sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) pasal 283, yang isinya sebagai berikut:


"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)."


Meski pasal tersebut tidak menyebutkan dengan spesifik merokok sambil berkendara. Namun aktivitas merokok dinilai menganggu konsentrasi berkendara.


Aturan lain mengenai pelarangan merokok sambil berkendara juga sudah disebutkan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan ini secara jelas dituliskan bahwa mengemudikan sepeda motor dilarang sambil merokok.