Tidak Libur Saat Pemilu Dapat Upah Lembur

sumber gambar : bbc

JambiFlash.com - Tanggal 14 Februari 2024 mendatang ditetapkan sebagai hari libur karena bertepatan dengan Pemilu serentak. Masyarakat diliburkan agar terdorong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. 


Meski demikian, sebagian kantor memiliki kebijakan yang tidak meliburkan karyawannya. Jika Anda termasuk golongan yang harus tetap kerja pada 14 Februari, Anda berhak mendapat upah lembur.


Ketentuan soal upah lembur ini telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 tahun 2024 tentang Pelaksanaan Hari Libur bagi Pekerja/Buruh pada Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. 


"Pekerja/buruh yang bekerja pada hari dan tanggal pemungutan suara, berhak atas upah kerja lembur dan hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja/buruh yang dipekerjakan pada hari libur resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis SE tersebut yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dikutip Senin (6/2/2024).


Lalu, berapa besaran upah lembur yang berhak diterima karyawan?


Berikut adalah perhitungan upah lembur apabila bekerja pada hari Pemilu dengan asumsi gaji bulanan Rp5.000.000.

Menghitung upah lembur per jam dengan menggunakan rumus upah bulanan dibagi 173. Maka Rp 5.000.000/173= Rp 28.901,734

Kalikan upah per jam dengan lama kerja lembur (misalnya 7 jam lembur). Maka 7x2x Rp 28.901,734= Rp 404.624,276

Maka pekerja yang masuk saat Pemilu dengan jam kerjanya 6 hari kerja 40 jam dalam seminggu dan bekerja lembur 7 jam, sedangkan upah bulanannya Rp 5 juta akan mendapatkan upah lembur sebesar Rp 404.624,276.


sumber : cnbcindonesia