Cakap Ketua Edi: Dari Kota Seberang, Aspirasi Itu Harus Cepat Dijawab

Oleh : Edi Purwanto *

Saya sering mengatakan kepada kawan-kawan, politik itu sejatinya soal mendengar dan bergerak. Bukan sekadar hadir di ruang rapat atau berbicara di podium, tetapi memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat menemukan jalannya menuju solusi nyata. Dari sekian banyak wilayah di Jambi, Kota Seberang memiliki tempat tersendiri di hati saya. Wilayah ini kaya sejarah, kuat secara kultural, namun sering kali tertinggal dalam urusan infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke Pondok Pesantren As’ad. Kunjungan yang awalnya sederhana itu justru membuka banyak percakapan penting. Bukan hanya soal pendidikan keagamaan, tetapi juga tentang kebutuhan dasar yang sering kali luput dari perhatian. Salah satunya adalah kondisi lingkungan sekitar Masjid An Najah yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akibat ancaman abrasi dan longsor.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI, saya paham betul bahwa infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik. Ia menyangkut rasa aman, kenyamanan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Maka ketika mendengar langsung aspirasi warga dan pengelola pesantren, saya meminta pihak balai untuk segera turun tangan. Alhamdulillah, responsnya cepat. Hari ini, Masjid An Najah sudah dilengkapi bronjong atau penahan tebing sepanjang kurang lebih 46 meter.

Bagi sebagian orang, angka 46 meter mungkin terdengar kecil. Namun bagi warga Kelurahan Olak Kemang, itu adalah jawaban dari kecemasan yang bertahun-tahun mereka rasakan. Infrastruktur memang sering diukur dengan angka dan panjang bangunan, tetapi dampaknya diukur dengan rasa tenang yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Saya percaya, kehadiran negara harus terasa sampai ke gang-gang kecil, ke pesantren, ke masjid, dan ke ruang hidup masyarakat yang paling dekat dengan keseharian mereka. Itulah sebabnya saya mendorong agar pembangunan tidak berhenti di satu titik. Kota Seberang memiliki banyak pondok pesantren lain yang juga membutuhkan perhatian. Karena itu, saya menegaskan perlunya pemetaan menyeluruh agar pembangunan benar-benar tepat sasaran.

Sisa waktu saya sebagai anggota DPR RI ingin saya manfaatkan seoptimal mungkin. Bukan untuk mengejar popularitas, tetapi untuk memastikan bahwa amanah yang diberikan rakyat Jambi benar-benar menghasilkan perubahan. Saya sadar, tidak semua bisa diselesaikan sekaligus. Namun satu demi satu, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, akan menjadi mozaik pembangunan yang utuh.

Ucapan terima kasih dari warga Olak Kemang menjadi pengingat bagi saya bahwa kerja-kerja kecil yang konsisten sering kali lebih bermakna daripada janji besar yang tak kunjung terealisasi. Ketika seorang warga mengatakan bahwa kini mereka tidak lagi khawatir masjidnya terdampak longsor, di situlah saya merasa fungsi wakil rakyat menemukan maknanya.

Dalam banyak kesempatan, saya selalu bertanya pada diri sendiri: untuk siapa politik ini dijalankan? Jawabannya selalu sama, untuk rakyat. Maka setiap aspirasi yang datang harus diperlakukan dengan hormat. Tidak boleh ditunda-tunda tanpa alasan yang jelas. Jika bisa dipercepat, mengapa harus diperlambat?

Kota Seberang mengajarkan kita bahwa pembangunan tidak selalu harus megah. Yang terpenting adalah relevan dan menjawab kebutuhan. Pesantren yang aman, masjid yang terlindungi, dan lingkungan yang lebih tertata adalah fondasi sosial yang kuat. Dari sanalah generasi muda Jambi tumbuh dengan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap daerahnya.

Saya berharap ke depan, sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, balai, dan masyarakat semakin kuat. Pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ia harus menjadi gerakan bersama, dengan tujuan yang sama: kesejahteraan rakyat.

Inilah yang selalu saya sebut sebagai politik kerja. Politik yang tidak banyak bicara, tetapi konsisten bergerak. Politik yang hadir ketika dibutuhkan, bukan hanya saat momentum datang. Dari Kota Seberang, saya belajar lagi bahwa aspirasi rakyat tidak pernah terlalu kecil untuk diperjuangkan.

Selama saya masih diberi amanah, selama itu pula saya akan terus mendengar, mencatat, dan bergerak. Karena bagi saya, wakil rakyat sejati adalah mereka yang tidak pernah lelah menjembatani harapan masyarakat dengan kebijakan negara.(***)

* Edi Purwanto, anggota DPR RI dapil Jambi

Pos terkait