Rasa bahagia yang sulit saya sembunyikan ketika bisa bersenda gurau bersama anak-anak siswa dan siswi SMA di Kota Jambi. Kebahagiaan itu bukan sekadar tawa singkat atau obrolan ringan, melainkan perasaan hangat karena berada di tengah generasi yang akan menentukan arah masa depan provinsi ini.
Melihat wajah-wajah mereka, mendengar cerita mereka, dan merasakan energi muda yang penuh harapan, saya kembali diingatkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya soal jalan, jembatan, atau gedung megah. Pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia. Dan hari ini, manusia-manusia itu ada di depan mata saya.
Anak-anak ini datang dari latar belakang yang beragam. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, insinyur, pengusaha, bahkan pemimpin daerah. Ada pula yang masih ragu, masih mencari jati diri, dan masih bertanya-tanya tentang masa depan. Semua itu wajar. Masa SMA memang masa bertumbuh, masa mencoba memahami dunia, dan masa membangun mimpi.
Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Jambi
Saya selalu meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi paling kuat bagi kemajuan Jambi. Tanpa pendidikan yang baik, pembangunan apa pun akan rapuh. Sebaliknya, dengan pendidikan yang kuat, Jambi akan memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing, berakhlak, dan berdaya saing di tingkat nasional bahkan global.
Saat berbincang dengan para siswa, saya melihat potensi besar yang dimiliki anak-anak Jambi. Mereka kritis, berani bertanya, dan tidak sedikit yang sudah memiliki pandangan jauh ke depan. Ini menjadi pengingat bagi saya bahwa tugas pemerintah bukan hanya menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan ekosistem belajar yang sehat, aman, dan inklusif.
Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan. Guru harus menjadi teladan dan sahabat belajar. Orang tua harus menjadi pendukung utama. Dan pemerintah harus hadir sebagai penjamin bahwa setiap anak, tanpa kecuali, mendapatkan hak yang sama untuk belajar dan berkembang.
Anak-Anak Hari Ini, Pemimpin Esok Hari
Bagaimanapun juga, merekalah yang kelak melanjutkan pembangunan Provinsi Jambi. Beberapa dari mereka, saya yakin, akan menjadi pemimpin di daerah ini. Mungkin ada yang kelak menjadi bupati, wali kota, anggota legislatif, atau bahkan gubernur. Mungkin juga ada yang memimpin di bidang lain, di dunia usaha, pendidikan, atau sosial kemasyarakatan.
Karena itu, penting bagi kita semua untuk menanamkan nilai-nilai yang benar sejak dini. Nilai kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama harus menjadi bagian dari pendidikan kita. Kepintaran tanpa karakter hanya akan melahirkan masalah baru.
Saya selalu berpesan kepada para siswa agar tidak takut bermimpi besar, tetapi juga tidak lupa untuk membumi. Keberhasilan tidak datang secara instan. Ia lahir dari proses panjang, dari kegigihan, dan dari kemauan untuk terus belajar, bahkan dari kegagalan.
Peran Pemerintah dalam Mendampingi Generasi Muda
Sebagai pemerintah daerah, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Jambi. Ini bukan pekerjaan mudah dan tidak bisa selesai dalam satu periode. Namun, langkah-langkah kecil yang konsisten akan membawa perubahan besar.
Kami terus mendorong peningkatan kualitas guru, perbaikan sarana dan prasarana sekolah, serta program-program yang mendukung pengembangan bakat dan minat siswa. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga soal pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Saya percaya, ketika anak-anak merasa diperhatikan dan didengar, mereka akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih kuat. Dan kepercayaan diri itu sangat penting untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Harapan untuk Orang Tua dan Lingkungan Sekitar
Pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah dan pemerintah. Peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat menentukan. Anak-anak membutuhkan teladan, dukungan moral, dan ruang yang aman untuk bertumbuh.
Saya berharap para orang tua di Jambi terus mendampingi anak-anaknya, bukan hanya dalam urusan akademik, tetapi juga dalam pembentukan sikap dan mental. Komunikasi yang baik di rumah akan membantu anak-anak menghadapi tekanan dan tantangan di luar sana.
Lingkungan masyarakat juga harus menjadi ruang yang ramah bagi generasi muda. Jangan biarkan mereka tumbuh dalam suasana yang penuh kekerasan, perundungan, atau pengaruh negatif yang merusak masa depan mereka.
Refleksi Seorang Pemimpin
Bagi saya pribadi, bertemu dan berbincang dengan para pelajar selalu menjadi momen refleksi. Saya diingatkan bahwa setiap kebijakan yang kami ambil hari ini akan berdampak langsung pada masa depan mereka. Karena itu, setiap keputusan harus diambil dengan penuh tanggung jawab dan niat yang tulus.
Saya ingin anak-anak Jambi tumbuh dengan rasa bangga terhadap daerahnya. Bangga menjadi bagian dari Jambi. Bangga untuk kembali dan membangun daerah ini setelah mereka menuntut ilmu dan menimba pengalaman di luar.
Penutup: Menjaga Asa, Merawat Masa Depan
Ada rasa bahagia yang sederhana, namun bermakna, saat melihat senyum dan semangat anak-anak SMA di Kota Jambi. Di merekalah harapan itu dititipkan. Di pundak merekalah masa depan Jambi akan bertumpu.
Insya Allah, dengan kebersamaan, kerja keras, dan komitmen yang terus kita jaga, kita akan mampu menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berjiwa membangun.
Mari kita rawat pendidikan, kita jaga anak-anak kita, dan kita siapkan masa depan Jambi dengan sebaik-baiknya.(***)






