Cara Kenalkan Si Kecil dengan Al-Quran

 

Jambiflash.com - Masa-masa balita adalah saat di mana manusia belajar dari orang-orang terdekatnya. Sebagai orang tua, tentunya kita menginginkan yang terbaik untuk si buah hati dan selalu ingin memberikan contoh yang baik agar ditiru oleh si kecil, baik dalam berbicara, berpikir, dan bersikap.

Adapun pendidikan agama sangat penting dikenalkan sejak dini. Beberapa orang tua memanggil guru ngaji atau mengirimkan anaknya ke Taman Pendidikan Al-Quran terdekat. Namun, ada baiknya orang tua yang mengajarkan anaknya langsung. 

Meskipun pastinya memiliki tantangan tersendiri, mengajarkan agama kepada si kecil dapat menumbuhkan kedekatan fisik dan emosional antar orang tua dan anak. Nah, berikut ini lima cara mengenalkan si kecil dengan Al-Quran.

Membaca Al-Quran di depan si kecil

Anak-anak belajar dengan meniru perilaku yang mereka lihat. Jika kita membaca Al-Quran secara teratur di depan anak-anak, maka kemungkinan besar mereka akan melakukan hal yang sama secara disadari atau tidak. 

Mereka akan penasaran apa yang kita lakukan sambil memegang Al-Quran sembari melafadzkan ayat-ayat yang tidak mereka mengerti. Ketika mereka bertanya "Bunda lagi ngapain, sih?", maka saat itulah kita bisa memulai mengenalkan si kecil dengan Al-Quran.

Anak kecil cenderung tertarik dengan suara yang sering mereka dengar

Masa-masa balita adalah fase di mana manusia ingin tahu pada apa yang mereka lihat dan dengar. Penelitian menunjukkan bahwa bayi dan balita dipengaruhi oleh suara di lingkungan mereka. 

Jadi, jika sang buah hati sering mendengar ayat-ayat Al-Quran secara teratur, mereka akan terbiasa dengan suaranya dan secara alami akan lebih senang mendengarnya.

Motivasi anak dengan memberikan imbalan atau mendaftarkan dia pada lomba mengaji 

Setelah si kecil dapat mengaji, kompetisi merupakan ide yang baik untuk mendorong anak-anak kita berpartisipasi dalam kegiatan yang berfokus pada membaca Al-Quran dengan beberapa pemahaman dasar tentang tema dan nilai-nilai utamanya.

Anak kecil sangat cepat dalam menangkap atau belajar sesuatu yang baru. Orang tua juga dapat menjanjikan anak-anak mereka imbalan yang baik jika mereka mencapai target mengaji yang ditentukan atau menjadi juara mengaji.

Mendidik anak dengan menggunakan ayat Al-Quran sebagai bukti

Sebagai orang tua, kita juga tentunya ingin mendidik anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti membersihkan kamar, merapikan tempat tidur mereka sendiri atau merapikan mainan. Orang tua juga wajib menegur jika mengetahui sang anak berkelahi. Di sisi lain, kita ingin mengajari mereka nilai-nilai, seperti kejujuran, rasa hormat, kerendahan hati, dan cinta.

Dalam melakukannya, jangan lupa bahwa Al-Quran penuh dengan ayat-ayat yang membenarkan semua nilai yang pernah kita harapkan untuk diturunkan kepada anak-anak. Kita para orang tua bisa mengutip ayat-ayat Al-Quran yang mendukung akhlak yang sedang kita coba ajarkan kepada si buah hati.

Berdongeng dari ayat-ayat yang disampaikan di dalam Al-Quran

Al-Quran penuh dengan cerita yang menarik bagi indra dan imajinasi anak-anak. Beberapa hewan terlibat dalam kisah-kisah dalam kitab suci. Kita dapat menggunakan cerita tersebut untuk membuat anak merasa terikat dengan Al-Quran dan belajar darinya. 

Contohnya, kisah Abrahah dan pasukan gajah, anjing dan pemuda di gua, paus yang menelan Nabi Yunus AS, Nabi Sulaiman AS dan pasukan semut, dan masih banyak lagi. Ceritakan ini ke pada anak-anak, baik sebelum tidur atau saat sedang santai. 

Warisan utama yang ingin kita tinggalkan kepada anak-anak adalah untuk menjaga iman dan berjalan di jalan Allah SWT selama mereka hidup. Kita tidak dapat mencapai tujuan itu jika meninggalkan ibadah dan Al-Quran. Mulailah membangun ikatan khusus antara diri kita sebagai orang tua, anak-anak, dan Al-Quran dari sekarang.(ajo)

Sumber : Kumparan.com