Sinopsis Film Indonesia June dan Kopi

 

Jambiflash.com - Bagi Anda yang rindu dengan tontonan ringan bertemakan persahabatan manusia dan hewan, maka June dan Kopi dapat menjadi salah satu rekomendasi film Indonesia layak tonton.

Film yang disutradarai oleh Noviandra ini sebenarnya dijadwalkan tayang pada 2020, namun karena pandemi, film ini akhirnya baru tayang di awal tahun 2021 kemarin, tepatnya 28 Januari 2021.

June dan Kopi sendiri adalah nama dari tokoh anjing yang ada di dalam film ini. Berkisah mengenai Aya (Acha Septriasa) yang mengadopsi anjing jalanan berwarna putih. Lamanya hidup di jalanan membuat anjing putih ini harus menyesuaikan diri dengan kehidupannya yang sangat berbeda. Bisakah ia menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya?

Sinopsis Film June dan Kopi

Kisah bermula saat segerombolan anak-anak mengejar anjing berwarna putih hingga akhirnya diselamatkan oleh Aya (Acha Septriasa). Aya yang merasa kasihan akhirnya membawa si anjing putih pulang ke rumahnya. Namun, keberadaan anjing putih ini tidak diketahui oleh Ale (Ryan Delon), suami Aya.

Lama kelamaan Ale pun akhirnya mengetahui keberadaan si anjing putih ini. Karena sikapnya yang liar dan berbeda jauh dengan anjing mereka yang bernama Kopi (Kopi cenderung lebih sopan), membuat Ale tidak menyetujui keberadaan anjing putih ini.

Anjing putih yang diberi nama June ini pun sempat dibawa ke tempat adopsi hewan, namun karena June bertingkah, ia pun dikembalikan kepada Aya dan Ale. Setelah memohon-mohon kepada Ale, akhirnya Aya mendapatkan ijin untuk memelihara June di rumahnya.

Jika Anda berpikir masalah selesai dan berakhir sampai disini, Anda salah, karena justru ini barulah awal mula konflik film ini dimana Aya akhirnya hamil. Pasalnya June sendiri memiliki trauma terhadap anak-anak akibat hidupnya di jalanan dulu. 

Ale pun sangat memperhatikan gerak gerik June agar tidak mengganggu Karin, anaknya (Makayla Rose Hilli). June harus berusaha mengatasi trumanya di masa lalu. 

June dan Kopi sendiri memfokuskan ceritanya pada sosok anjing jalanan yang akhirnya diadopsi oleh keluarga. Penonton akan diajak untuk mengikuti perkembangan sang anjing yang tadinya liar hingga mampu bersikap sopan dan lebih teratur.

June yang hidup di jalanan dan diperlakukan seenaknya, kini harus belajar untuk mempercayai sosok manusia yang merawatnya. Jika Anda pecinta hewan, maka Anda akan dibuat terharu menyaksikan perkembangan June ini.

Walaupun menggunakan tokoh binatang dalam filmnya, namun June dan Kopi tetap mampu menyampaikan pesan dan emosi penonton dengan baik. Sutradara dan instruktur anjing ini patut diacungi jempol, karena anjing June dan Kopi mampu berakting dengan baik, seperti menunduk jika sedih, melompat saat senang, dan gerakan lainnya hingga membuat penonton merasa gemas.

Selain akting dua anjing yang sangat apik, deretan aktor dan aktirs dalam film ini juga tak perlu diragukan lagi kemampuannya. Acha Septriasa dan Ryan Delon nampaknya bukan nama yang asing dalam industri film. Mereka sangat totalitas dalam berakting.

Jika di luar negeri kita biasa menyaksikan persahabatan manusia dan anjing, seperti film Air Bud, namun di Indonesia sendiri keberadaan anjing masih saja kerapkali ditakuti. Berbeda dengan masyarakat kuar negeri yang cenderung biasa dengan sosok anjing ini.

Anak-anak yang mengejar June digambarkan sebagai pandangan masyarakat Indonesia terhadap sosok anjing ini, bahkan hingga membuat si anjing mengalami trauma. 

Kehadiran June dan Kopi sebenarnya ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap sosok anjing itu sendiri. Anjing adalah hewan yang menggemaskan dan akan bersikap baik jika kita juga baik, namun jika kita kasar, mereka juga akan kasar.(**)