Sinopsis film Ramprasad Ki Tehrvi (2021)



Jambiflash.com - Film Ramprasad Ki Tehrvi merupakan film keluarga tahun 2019 yang pernah ditayangkan perdana pada Mumbai Film Festival pada 17 Oktober 2019. Namun, baru rilis secara resmi di bioskop pada 1 Januari 2021. 

Film ini disutradarai oleh Seema Pahwa dan diproduksi Jio Studios serta Drishyam Film dan dibintangi Naseeruddin Shah, Konkona Sen Sharma, Vinay Pathak, Supriya Pathak, Manoj Pahwa, dan Vineet Kumar.

Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang berkumpul selama 13 hari setelah kematian Ramprasad. Mereka berkumpul untuk menjalankan dan melakukan tradisi ritual Hindu yang disebut tehrvi. Anda akan melihat beragam dinamika keluarga, politik, dan rasa insecure atas diri mereka sendiri.  

Hal ini dikarenakan masing-masing dari anggota keluarga ini sedang berjuang menemukan kebenaran dan jati diri mereka sendiri. Film karya Seema Pahwa ini memang baru dirilis di bioskop India saat kondisi pandemi.

Namun, sangat disayangkan film ini kurang mendapat sambutan yang hangat karena jalan ceritanya yang dianggap cukup berat serta para pemainnya yang kurang menarik minat para penontonnya.

Film yang mengusung tema kekeluargaan ini dipersembahkan dengan genre drama komedi. Meskipun begitu unsur komedinya tidak begitu kuat. Pada saat menontonnya, Anda akan merasakan kehidupan keluarga Ramprasad yang begitu padat dan harus rebutan kamar mandi setiap paginya. 

Film Ramprasad Ki Tehrvi rilis sebelum film Pagglait dengan plot cerita yang sama. Hanya saja film Pagglait diproduksi oleh Netflix sehingga lebih menarik untuk ditonton. Di awal film, Anda akan melihat momen kematian salah satu seorang guru musik yang bernama Prasad (diperankan oleh Naseeruddin Shah). 

Saat itu dirinya sedang bermain piano dalam kamar tidurnya. Mendengar kabar kematian tersebut, keesokan harinya semua anak, menantu, dan cucu datang ke rumah untuk melakukan upacara terakhir (Tehrvi) selama 13 hari sesuai dengan adat mereka. 

Anak sulung, Gajraj (Manoj Pahwa) memastikan upacara berjalan lancar bersama adik-adiknya, Manoj (Ninad Kamat), Pankaj (Vinay Pathak) dan Neetu (Parambrata Chattopadhyay). Setiap orang memiliki pekerjaannya masing-masing. Adik perempuan, Rani (Anubha Fatehpura), Dhaani (Sarika Singh) bersama ipar yang lain berfokus mengurus makanan di dapur. 

Sedangkan yang lainnya membantu, karena Seema (Konkona Sen Sharma) tidak ikut. Seema memiliki kesibukan bisnis di Mumbai sehingga harus datang terlambat dari upacara tersebut. Ada banyak hal yang dilalui selama 13 hari tersebut ketika semua saudara yang berkumpul di situ memberi tahu ibu (Supriya Pathak) bahwa dia patah hati dengan perilaku anak- anaknya.

Masa berkabung yang harus diperhatikan dan dihormati dengan meninggalnya Prasad tetapi justru dirasa diabaikan dan mereka tidak menunjukkan rasa sedih sama sekali. 

Mereka justru lebih banyak bercerita tentang masalah seperti toko ayah mereka, rumah yang akan dijual, hutang antar saudara, pinjaman pribadi yang dilakukan oleh ayah, keluhan, pertengkaran kecil, tuduhan dan banyak lagi konflik yang secara sengaja atau tidak sengaja dibahas. Film ini sebenarnya tidak ada permasalahan yang klimaks, bisa dikatakan datar.

Walaupun begitu Anda akan tetap bisa melihat banyak konflik yang rumit dalam keluarga tersebut. Seharusnya sang sutradara lebih bisa menonjolkan situasi berat yang terjadi dalam keluarga tersebut. Namun, dari segi teknik pengambilan gambar diakui sudah cukup baik dan detail sehingga setiap scene-nya Anda bisa merasakan seolah-seolah berada dalam situasi keluarga tersebut. 

Ditambah dengan alunan musik yang bisa membuat para penonton merasa hanyut dengan suasana dalam film tersebut.(**)